BERITA

LPK Suvi Training dan Disnakertrans Kabupaten Paser Gelar Pelatihan Teknisi Handphone Bersertifikasi BNSP

27 Sep 2025
Kembali
LPK Suvi Training dan Disnakertrans Kabupaten Paser Gelar Pelatihan Teknisi Handphone Bersertifikasi BNSP
LPK Suvi Training bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser menyelenggarakan Pelatihan Teknisi Handphone yang berlangsung pada 1 September hingga 27 September 2025
Samarinda – Tingginya penggunaan smartphone di berbagai aspek kehidupan telah mendorong meningkatnya kebutuhan akan tenaga teknisi handphone yang profesional dan kompeten. Menjawab kebutuhan tersebut, LPK Suvi Training bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser menyelenggarakan Pelatihan Teknisi Handphone yang berlangsung pada 1 September hingga 27 September 2025 di Samarinda.
Program pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional dalam melakukan pemeriksaan, perawatan, perbaikan, serta penggantian komponen perangkat telepon seluler. Selain pembelajaran teori dan praktik secara intensif, peserta juga akan mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sesuai standar nasional.
Profesi teknisi handphone kini menjadi salah satu bidang pekerjaan yang memiliki prospek sangat menjanjikan. Perkembangan teknologi smartphone yang semakin pesat diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan perangkat elektronik, membuka peluang kerja maupun usaha mandiri yang terus berkembang. Seorang teknisi handphone tidak hanya dituntut memahami perangkat keras (hardware), tetapi juga harus menguasai perangkat lunak (software) agar mampu menangani berbagai jenis kerusakan secara tepat dan profesional.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri jasa servis elektronik. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru di bidang teknologi.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik menggunakan peralatan kerja profesional. Materi dimulai dari pengenalan dasar profesi teknisi handphone, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengenalan alat kerja dan komponen elektronik dasar, hingga pemahaman mengenai struktur serta fungsi berbagai komponen smartphone.
Peserta juga mempelajari teknik pembongkaran dan perakitan berbagai tipe smartphone, termasuk penggantian komponen seperti LCD, touchscreen, baterai, speaker, mikrofon, dan konektor pengisian daya. Selain itu, pelatihan mencakup teknik penyolderan menggunakan solder dan hot air station untuk melepas maupun memasang komponen elektronik dengan prosedur yang benar.
Pada sesi lanjutan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik troubleshooting dan diagnosis kerusakan, mulai dari penanganan perangkat mati total, kerusakan sistem pengisian daya, gangguan jaringan, masalah audio, kerusakan layar, hingga penggunaan multimeter sebagai alat ukur dalam proses pemeriksaan komponen elektronik.
Tidak hanya berfokus pada aspek perangkat keras, pelatihan ini juga membahas penanganan perangkat lunak smartphone. Peserta mempelajari proses instalasi dan pembaruan sistem operasi, flashing perangkat, reset sistem, backup dan recovery data, hingga penyelesaian berbagai masalah software yang umum ditemukan pada perangkat telepon seluler.
Sebagai bekal memasuki dunia usaha, peserta turut mendapatkan materi mengenai manajemen usaha jasa servis handphone yang meliputi pelayanan pelanggan, perhitungan biaya servis, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha secara mandiri. Pembelajaran tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu membangun usaha servis handphone secara profesional.
Sebagai tahap akhir program, seluruh peserta mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP pada Skema Teknisi Handphone. Uji kompetensi dilaksanakan untuk mengukur kemampuan peserta berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP sebagai bukti resmi bahwa kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar kerja nasional dan diakui oleh dunia usaha serta dunia industri.
Penyelenggara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan industri jasa perbaikan perangkat elektronik yang terus berkembang.
"Profesi teknisi handphone memiliki prospek yang sangat baik karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan perangkat digital terus meningkat. Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, kami berharap peserta memiliki keterampilan yang sesuai standar industri, sehingga mampu bekerja secara profesional maupun membangun usaha mandiri," ujar panitia penyelenggara.
Program ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta, mulai dari penguasaan teknik perbaikan smartphone, pengalaman praktik menggunakan peralatan profesional, kemampuan mendiagnosis berbagai jenis kerusakan perangkat, hingga peluang memperoleh sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha jasa servis handphone secara mandiri.
Melalui kolaborasi antara LPK Suvi Training dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Paser, program ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing tinggi. Diharapkan para lulusan mampu memanfaatkan peluang besar di sektor teknologi, memberikan layanan perbaikan perangkat elektronik yang profesional, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.